Nikah Low Budget? Emang Bisa?

 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Halo sahabat semua! Apa kabarnya? Semoga selalu sehat wal afiat dan selalu dalam lindungan Allah swt. Aamiin yaa rabbal'alamin. Tetap semangat dan sehat selalu yaa. Sampai pandemi ini berakhir pun tetap harus semangat dan sehat selalu ๐Ÿ˜Š


Masih pandemi begini tidak sedikit beberapa orang yang memanfaatkan kesempatan ini untuk menikah. Ada yang menentukan akadnya saja dulu resepsinya belakangan, ada juga yang hanya akadnya saja tanpa ada resepsi, atau mungkin saja akad dan resepsi tetap dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan namun dalam jumlah yang terbatas serta membagi acara ke dalam beberapa sesi.

Hmm, sebenarnya saya tidak dapat menjelaskannya secara detail sih bagaimana cara menekan budget untuk menikah karena kebetulan saya menikah tepat di akhir tahun 2019 dan belum termasuk masa pandemi (Covid-19nya masih berada di kampung asalnya dan belum terdeteksi). Namun mungkin beberapa tips utama ini dapat teman-teman coba terapkan jika memutuskan menikah saat di masa pandemi.

  • Tentukan Acaranya. Akad saja? Akad dulu resepsi nanti? Akad sekaligus resepsi?

Ini tentu hal yang paling utama dipikirkan terutama ketika pandemi seperti saat ini. Selain itu bisa juga lihat informasi tentang Covid-19 di daerah masing-masing. Jangan segan untuk bertanya tentang cara prosedur pengajuan perizinannya. Karena tidak semua daerah bisa mendapatkan izin untuk menggelar acara pernikahan loh. Setelah mendapatkan keterangan yang lebih jelas barulah kita dapat menentukan apakah acaranya cukup akad saja tanpa resepsi, atau menunda acara resepsi, atau akad sekaligus resepsi dalam satu hari.

Berdasarkan pengalaman saudara dan teman-teman yang menikah saat masa pandemi, untuk masalah perizinannya sebenarnya tidak sulit selagi kita benar-benar mengikuti anjuran dari pemerintah. Oh iya selain itu juga akan ada dari pihak polsek yang ikut menjaga dan mengawasi juga ya. Jangan lupa dibagian penerima tamu sediakan handsanitizer, masker, face shield (jika perlu) untuk tamu yang datang.

  • Gunakan Jasa WO atau Atur Semuanya Sendiri?

Sebenarnya kurang lebih sama ya keputusan kita akan menggunakan WO atau mengatur semuanya sendiri baik saat menikah bukan di masa pandemi maupun di masa pandemi. Memang perbedaannya adalah jika dengan WO mereka tidak akan segan-segan menegur tamu jika ada yang tidak mengikuti prokes yang berlaku, sedangkan jika kita mengatur semuanya sendiri selalu ada 'toleransi' ๐Ÿ˜. Namun tetap saja ya inti dari adanya WO itu adalah untuk membantu semua urusan pernikahan dan kita cukup tinggal bilang ingin A B C D dan mereka semaksimal mungkin akan mengikuti permintaan kliennya, intinya jadi ga ribet aja sih kitanya karena ada WO. Sedangkan kalau kita urus semuanya sendiri, yaa kita harus siap tenaga ekstra dan kekuatan ekstra serta waktu yang ekstra untuk mengurus semuanya sendiri (karena pengalaman saya mengurus semuanya sendiri jujur ribet banget karena hanya ada waktu Sabtu atau Minggu saja).

  • Pakai MUA atau Tunjukkan Skill?

Sebenarnya untuk teman-teman yang jago make up ini bisa jadi kesempatan emas loh dan tentu saja bisa menekan budget juga. Jadi lumayan kan bisa savings sepersekian rupiah. Mungkin yang perlu teman-teman siapkan adalah attirenya saja. Selebihnya jangan malu untuk tunjukkan skill make upmu. 

  • Batasi Jumlah Undangan

Ini paling relate dengan kondisi saat ini mengingat jumlah undangan yang sangat dibatasi. Sebenarnya di luar masa pandemi juga jika ingin benar-benar menekan budget juga dapat membatasi jumlah undangan. Karena semakin banyak jumlah undangan tentu saja jumlah catering juga akan semakin tinggi. Sepengalamanku catering menjadi biaya yang paling terbesar ketika saat pernikahan. Cukup undang beberapa orang yang penting saja, keluarga inti, teman kantor yang seruangan atau yang benar-benar akrab, teman saat sekolah yang benar-benar akrab saja.

Namun berbeda cerita jika teman-teman pada akhirnya memutuskan hanya menggelar acara akadnya saja. Tentu jumlah undangan akan jauh lebih sedikit. Sisanya? Gunakan beberapa aplikasi seperti zoom, google meets, live instagram, live youtube dan beberapa aplikasi pendukung yang serupa. Jangan lupa share linknya kepada mereka yang ingin menyaksikan pernikahanmu. 

  • Honeymoon atau Tidak Sama Sekali

Yaps, ini juga sebenarnya bisa dicoret dari list bisa juga tidak. Namun jika tetap ingin honeymoon tetap patuhi protokol kesehatan dan menjaga kesehatan. Jangan sampai pas pulang honeymoon membawa kabar sedih, bawalah kabar baik. Nah jika teman-teman memilih tidak honeymoon ini juga bisa savings lumayan loh. Karena biaya honeymoon tidak hanya biaya penginapannya saja, juga biaya jalan-jalan, biaya makan, dan mungkin oleh-oleh. Hehehe.

Waktu itu saya honeymoon atau tidak?

Saya dan suami memilih tidak honeymoon, walaupun pada awal wacananya adalah menunda honeymoon karena suami masih sangat sibuk dengan urusan di kantor dan saya masih ribet dengan urusan kampus. Kalau melihat timingnya memang best timing banget, akhir tahun, banyak cuti bersama dan kesempatan besar banget buat suami ngajuin cuti. Tapi karena suami tipikal introvert dan saya yang agak kurang suka dengan keramaian kami pun memutuskan untuk tetap dengan aktivitas seperti biasanya namun sebelum pulang ke rumah kami jalan-jalan dulu dan pulang ke rumah pun lebih larut ๐Ÿ˜ Jadi kalo keburu dikunciin yaudah kami mencari penginapan paling terdekat dari rumah ๐Ÿ˜†  

Baiklah itu beberapa tips dari saya jika ada teman-teman yang ingin menikah dengan low budget. Hmm, tapi sepertinya kalau masa pandemi ini idealnya bisa jauh lebih menekan budget sih daripada menikah saat bukan masa pandemi.

Semoga lancar ya segala urusannya sampai hari H dan menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah ๐Ÿ˜Š

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Komentar