Halooo.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hai sahabat semua di manapun berada. Apa kabarnya? Semoga selalu sehat yaa. Jaga kesehatan apalagi cuaca mulai ga nentu. Kadang panas kadang hujan. Huhuhu.
Sesuai dengan judul, kali ini saya akan membahas tentang kegalauan yang rata-rata dialami oleh teman-teman mahasiswa. Terutama teman-teman mahasiswa yang belum punya pegangan planning ke depannya mau ngapain (sama persis seperti saya dulu).
Okay kita langsung aja bahas yuukkk!!
KULIAH LAGI, KERJA, ATAU NIKAH?
Maaf yaa, saya bikin huruf kapital dan cetak tebal, jadi kesannya kaya tegas banget gitu padahal sebenarnya engga. Hehehehe. Tapi saya yakin inilah pertanyaan tersebar teman-teman mahasiswa ketika berada di ujung tanduk, eehh di ujung masa kuliah alias semester akhir yang sudah selesai nyusun krispi eehh skripsi :D Mungkin malah ada beberapa teman yang masih aktif kuliah, lagi nyusun-nyusun juga berada pada fase ini. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika kita akan mengambil langkah sejuta untuk menentukan kehidupan kita selanjutnya. Tapi ini berdasarkan pengalaman saya dan teman-teman saya sih. Hehehehe.
Jika pada akhinya memilih Kuliah Lagi
Pertimbangkan berbagai hal, terutama lokasi, biaya pendidikan, tempat tinggal, biaya hidup. Jika kalian mengejar kualitas pendidikannya, tentu ada kemungkinan biaya pendidikannya pun bisa lebih mahal namun biaya hidup lebih murah. Tapi tidak dapat dipungkiri bisa saja lebih murah namun biaya hidupnya tinggi. Tapi jika lokasi tersebut ada saudara, sebenarnya lebih baik tinggal di sana. Ini pun bisa meminimalisir biaya yang harus dikeluarkan.
Dulu saya dari Bengkulu lebih memilih lanjut kuliah di Bandung dengan pertimbangan mengejar kualitas pendidikannya (jurusan yang saya pilih akreditasi A dan sedang dalam rintisan akreditasi internasional) serta saya pun ingin pulang ke kampung halaman saya. Padahal sebenarnya yang dari kampus saya banyak yang melanjutkan studi di Padang, Malang, Jogja, dan Semarang. Yuhuu saya termasuk beda sendiri. Saya bukan tipikal yang mencari gelar, tapi saya lebih mencari ilmu dan pengalaman. Sayangnya saya tidak diperbolehkan studi di luar negeri. Mungkin kalo mencari gelar yaa saya bisa saja kuliah di kampus yang santuy banget, tinggal bayar sekian juta, beres dan gelar pun ada ditangan.
Jika pada akhirnya memilih Kerja
Hal yang paling penting adalah lihat skill yang dimiliki, kecakapan kita, pemahaman kita pada bidang yang menjadi sasaran kerja. Karena banyak yang menyesal dan bilang, "Duh... ga sesuai nihh." Kalau kita bertolak belakang dengan bidang keilmuan yang dimiliki, sebenarnya ini agak berat sih yaa, tapi kalo pekerjaan itu general dan setiap bidang pasti bisa mengerjakannya, kenapa engga buat dicoba. Oh iya, selain itu juga kita perlu mengupgrade skill yang dimiliki atau mengasahnya. Sebenarnya banyak banget caranya, bisa dengan aktif berorganisasi atau ikut himpunan himpunan di kampus maupun di luar kampus, ikut atau bantu project dosen, ikut lomba-lomba yang pada akhirnya akan memasukkan kita ke dalam suatu bidang pekerjaan, seperti Duta Mahasiswa BKKBN secara otomatis jika kita aktif, akan di rekrut di BKKBN. Sebenarnya tidak hanya BKKBN saja yaa, banyak lagi kok.
Oh iyaa, teman-teman pasti ada program magang kan?
Manfaatkan program itu. Upgrade skill kita di situ. Tapi tetap kunci utamanya jadikan tempat magang itu sarana pembelajaran yaa. Biasanya kalau kinerja kita bagus, suka diminta lohh buat kembali ke sana untuk kerja. Tapi ada hal yang perlu diingat, jangan patok honor terlalu tinggi karena kita lulusan A B C D E atau apapun. Segala sesuatunya juga pasti akan di mulai dari bawah terlebih dahulu. Kalau rezekinya, pasti semakin lama honornya itu akan semakin bertambah bukan? Bahkan bisa saja dijadikan salah satu pegawai tetap di sana.
Manfaatkan program itu. Upgrade skill kita di situ. Tapi tetap kunci utamanya jadikan tempat magang itu sarana pembelajaran yaa. Biasanya kalau kinerja kita bagus, suka diminta lohh buat kembali ke sana untuk kerja. Tapi ada hal yang perlu diingat, jangan patok honor terlalu tinggi karena kita lulusan A B C D E atau apapun. Segala sesuatunya juga pasti akan di mulai dari bawah terlebih dahulu. Kalau rezekinya, pasti semakin lama honornya itu akan semakin bertambah bukan? Bahkan bisa saja dijadikan salah satu pegawai tetap di sana.
Jika pada akhirnya memilih Nikah
Hmm, sebenarnya ini hal yang sensitif sih menurut saya. Hehehhe. Tapi bukan dalam artian teman-teman gak bisa ke tahap ini. Bisa kok. Tapi silahkan jawab dulu beberapa pertanyaan berikut ini:
1. Apa benar tujuanku nikah itu buat ibadah? Bukan buat menghalalkan untuk berhubungan?
2. Apakah saya sudah benar-benar siap secara mental untuk menghadapi berbagai permasalahan pernikahan ke depannya?
3. Apakah mental saya sudah benar-benar matang?
4. Apakah saya sudah benar-benar mandiri (bukan secara finansial)?
5. Apakah saya sanggup bertanggung jawab atas pasangan saya nantinya?
6. Apakah saya menikah bukan karena diburu nafsu atau omongan orang?
7. Apakah dia benar-benar yang akan mendampingi saya seumur hidup?
7. Apakah dia benar-benar yang akan mendampingi saya seumur hidup?
Kuang lebih itulah pertanyaan utamannya yang perlu dijawab. Tapi tetap ada hal yang harus diperhatikan lebih lagi jika teman-teman memilih langkah ini, calonnya. Hehehehe.
Oke. Kali ini itu lah yang bisa saya bagikan ke teman-teman. Selalu jaga kesehatan dan jangan terlalu lelah serta rajin mengkonsumsi vitamin dosis tinggi. Apalagi beberapa desas desus seperti saat ini sangatlah membuat kita khawatir. Semoga saja kita terhindar dari penyakit covid-19. Semangaatttt.
Terimakasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Oke. Kali ini itu lah yang bisa saya bagikan ke teman-teman. Selalu jaga kesehatan dan jangan terlalu lelah serta rajin mengkonsumsi vitamin dosis tinggi. Apalagi beberapa desas desus seperti saat ini sangatlah membuat kita khawatir. Semoga saja kita terhindar dari penyakit covid-19. Semangaatttt.
Terimakasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Komentar
Posting Komentar