Kenapa Harus Lanjut Kuliah??

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Halo teman-teman. Apa kabar? Semoga selalu sehat-sehat yaa. Jaga kesehatan selalu. Baik teman-teman yang berada di dalam negeri, Indonesia, maupun di luar negeri. Karena sekarang dunia mulai agak horor. Beberapa negara mulai kena virus corona yang berasal dari Wuhan, Prov. Hubei, China. Jaga kesehatan selalu, kalau tidak benar-benar perlu untuk keluar rumah sebaiknya tetap diam dan tinggal di rumah. Semoga Indonesia dijauhkan dari wabah ini. Huhuhuhu.

Sesuai dengan judul yang akan saya bahas kali ini, "Kenapa harus lanjut kuliah?" Hemm, sebelum salah artikan atau miss-perception, saya tegaskan yaa, bahwa judul ini diangkat bukan melihat posisi pendidikan saya yang sempat melanjutkan studi pascasarjana, tapi ini melihat dari berbagai sisi dan secara umum. Jadi topik ini cocok untuk teman-teman SMA/MA/SMK yang mau melanjutkan studi ke perguruan tinggi, atau teman-teman sarjana yang mau melanjutkan studi magister, atau bahkan dari magister menuju doktoral. Yaa setidaknya dengan tulisan ini bisa sedikit membuka pemikiran teman-teman alasan melanjutkan studi, tentu diiringi dengan pengalaman saya pribadi, suami, dan teman-teman saya.

Oke kita lanjut yuk ke pembahasan.
Lagi ngerjain tugas nih gaiis.

"Kenapa harus lanjut sekolah ke jenjang perkuliahan? Kenapa harus kuliah lagi?"
Mungkin pertanyaan itu menjadi pertanyaan terbesar teman-teman yang masih bingung untuk menjawabnya. Banyak sekali alasan yang biasanya digunakan oleh banyak orang untuk melanjutkan kuliah lagi. Mulai dari bingung mau kerja apa, kerja di mana, mau usaha tapi usaha apa, mau nikah tapi ga ada calonnya, dan pada akhirnya melanjutkan sekolah ke jenjang perkuliahan atau melanjutkan kuliah lagi menjadi sasaran empuk sebagai pelarian daripada ga ada kerjaan alias pengacara a.k.a pengangguran banyak acara. Hehehehe.

Informasi ini saya dapatkan ketika saya mengikuti kegiatan pra perkuliahan atau yang disebut juga MOKAKU di kampus saya (Universitas Pendidikan Indonesia) pada September 2017. Berikut beberapa  alasan yang dipilih (sebenarnya ini yang saya ingat saja sih. hehhee).

1. Kebutuhan untuk  Jenjang Profesi
Tidak dapat dipungkiri beberapa jenis pekerjaan menuntut kita untuk melanjutkan studi. Entah untuk naik jabatan atau golongan, untuk menjadi pegawai tetap di kantor, atau kalau di kampus biasanya semakin tinggi tingkat pendidikannya semakin besar juga peluang untuk mengajar jenjang S1 S2 dan S3. Apalagi kalau yang sudah PNS ini bisa menjadi poin tambahan untuk memenuhi angka kredit untuk naik pangkat/golongan. Lulusan S1 bisa bekerja di perkantoran atau sekolah. Jenjang S2 juga bisa bahkan ada juga yang alih profesi menjadi pengajar di perguruan tinggi atau sebagai tutor. Jenjang S3 menjadi pengajar di perguruan tinggi atau sebagai tutor di beberapa lembaga yang bersangkutan dengan jurusannya.

2. Kebutuhan di Sekolah atau di Kantor
Ini sebenarnya hampir sama dengan poin pertama tadi. Hanya saja perbedaannya adalah terkadang orang yang mengambil pilihan kuliah dengan alasan ini biasanya bidang yang akan dia ambil berbeda dengan bidang yang sebenarnya dibutuhkan. Sebagai contoh, si A lulusan teknik informatika dan sudah bekerja di sebuah perusahaan marketing. Kalaupun si A bekerja di bagian IT-nya bukan berarti dia tidak memiliki kesempatan untuk belajar bidang lainnya, walaupun secara otodidak. Tapi ternyata si A lebih memilih untuk melanjutkan atau kembali sekolah dan mengambil jurusan manajemen. Kadang ada juga beberapa orang yang kembali kuliah dengan jenjang yang sama hanya untuk memantapkan hobinya. Misalkan si B suka menulis, entah puisi, novel, atau cerpen. Tapi si B ingin memantapkan kembali hobinya itu. Pada akhirnya si B pun memutuskan untuk kuliah lagi.

3. Kesempatan atau Peluang Karier
Melanjutkan tingkat pendidikan untuk meraih kesempatan atau peluang karir ini biasanya lebih dimanfaatkan oleh lulusan SMA/MA/SMK. Tapi bukan dalam arti untuk lulusan jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi hal ini juga tidak dimanfaatkan juga. Prinsipnya adalah "Di mana ada kesempatan, di situlah ada sebuah jalan dan peluang untuk menjemput rezeki." Hehehehe

4. Belajar adalah Hobi
Salah satunya mungkin Maudy Ayunda ya. Hehehe. Beberapa orang ada yang lebih menikmati belajar dari bekerja. Heiittt. Ini serius loh. Ada banyak orang yang seperti ini. Melanjutkan studi atau mengulang tingkat pendidikan yang sama selalu dijadikan pilihan oleh mereka.

5. Pelarian
Nah ini yang paling banyak sekali dipilih oleh banyak orang. Pelarian karena daripada ga kuliah, bete karena gagal nikah, belum dapet kerja mulu, daripada ga ada kerjaan, cuma mageran atau ngabisin duit gak jelas mendingan (lanjut) kuliah. Nah seperti itulah kira-kira yang banyak dijadikan alasan untuk melanjutkan kuliah.

Beberapa fakta yang pernah saya temukan (ini hasil wawancara saya dengan beberapa orang yang saya kenali), intinya mereka mengatakan, pada awalnya tidak berpikir bahwa kuliah itu suatu kebutuhan melainkan sebuah pelarian daripada diem mulu di rumah. Sebagai cara agar selalu ada kegiatan. Tapi ketika mereka sudah terjun ke dunia kerja, lambat laun ternyata ada beberapa hal yang kurang dikuasai. Walaupun belajar otodidak rasanya masih kurang dan butuh pembelajaran secara mendalam dan pada akhirnya memilih melanjutkan kuliah.

Kalau saya, alasan setelah selesai S1 langsung lanjut S2?
Pertama kemakan iklan skincare f**r and l*v*ly. Hahaha. Engga deng. Kalau saya memang karena belum mendapatkan kesempatan untuk bekerja. Selain itu saya merasa bidang keilmuan yang sudah saya tempuh rasanya kurang mendalam, sehingga saya pun memutuskan untuk melanjutkan studi lagi.

Okee. Segitu dulu tulisan untuk hari ini. Semoga tulisan ini bisa membantu teman-teman untuk memantapkan niat untuk lanjut kuliah. Sampai jumpa di catatanku selanjutnya.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Komentar