Haloo.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi sahabat semua (kebetulan ini nulisnya beres sholat subuh + ngaji. hehehe). Apa kabarnya? Semoga sehat selalu ya. Akhir-akhir ini cuaca mulai ga nentu, kadang panas kadang masih hujan. Padahal mulai masuk akhir musim kemarau. Hehehehe.
Kali ini saya mau bahas gambaran umum tentang bidang keilmuan saya, yaitu Bimbingan dan Konseling a.k.a BK. Apa sih itu? Kayanya pernah liat tapi di mana yaa? Kaya gimana sih BK itu?
Oke daripada penasaran kita langsung lanjut aja yukk ke pembahasannya.
Kali ini saya mau bahas gambaran umum tentang bidang keilmuan saya, yaitu Bimbingan dan Konseling a.k.a BK. Apa sih itu? Kayanya pernah liat tapi di mana yaa? Kaya gimana sih BK itu?
Oke daripada penasaran kita langsung lanjut aja yukk ke pembahasannya.
Teman-teman mungkin sudah pernah melihat sebelumnya kata bimbingan dan konseling atau BK dan itu biasanya akan lebih mudah ditemukan di sekolah. Yap. BK ini dulunya bernama BP alias bimbingan penyuluhan. Zaman saya masih SMP pun namanya masih BP tapi ditulisnya BP/BK, mungkin masih masa transisi dari BP ke BK.
Apa bedanya BP dan BK ??
Kita penggal perkata terlebih dahulu.
BP = Bimbingan Penyuluhan
BK = Bimbindan dan Konseling
Kita lihat definisi dari dua kata yang bercetak tebal itu terlebih dahulu.
1. Penyuluhan
![]() |
| Sumber: https://kbbi.kemdikbud.go.id/ |
Baiklah kita sudah dapat arti penyuluhan dari KBBI. Namun penyuluhan yang diambil maknanya adalah yang kedua dan ketiga yaitu penerangan dan penyelidikan. Jika kita mengambil makna bimbingan penyuluhan dari kedua arti kata penyuluhan tersebut, maka bimbingan penyuluhan lebih bersifat memaksa dan lebih keras.
(loh kok bisa?)
Kita perhatikan lagi makna penyuluhan tersebut. Kalau definisi bimbingan sudah jelas yaa itu artinya membantu. Nahh untuk definisi penyuluhan ini kita ambil makna penerangan. Kita gabungkan definisinya menjadi sebuah proses membantu seseorang agar mendapatkan penerangan, kejelasan terhadap suatu hal yang terjadi pada seseorang tersebut. Makna bimbingan penyuluhan tersebut kedengarannya siapa saja bisa melakukannya tanpa harus dilakukan oleh seorang profesional dalam bidangnya. Jadi kalau begitu buat apa kan ada bidang khususnya kalau semua orang bisa melakukannya?
Baik kita pindah ke definisi penyuluhan yang kita ambil makna penyelidikan. Uhuhuuuu. Mendengar kata penyelidikannya saja udah agak seram kalau digabungkan kok jadinya agak seram (kalau kata penulis sendiri sih. Hehehe). Kalau kita pakai makna penyuluhan itu penyelidikan, kira-kira begini definisi dari bimbingan penyuluhan, sebuah proses membantu seseorang agar dapat menyelidiki dan mencari tahu sebab-akbiat pada suatu hal yang terjadi pada diri seseorang tersebut. Kalau menurut saya pribadi, makna ini masih agak rancu alias gak jelas. Kalau sudah diselidiki penyebabnya terus mau diapain? Dibiarinin? DiPHP-in? atau kalaupun udah dapet kejelasannya apa yaudah dibiarinin gitu aja? Kan gak begitu. Tetep butuh proses bimbingannya juga dan bimbingan yang dimaksud itu adalah lebih ke membantu menyelesaikan apapun yang sedang dihadapi oleh seseorang.
Baik kita pindah ke definisi penyuluhan yang kita ambil makna penyelidikan. Uhuhuuuu. Mendengar kata penyelidikannya saja udah agak seram kalau digabungkan kok jadinya agak seram (kalau kata penulis sendiri sih. Hehehe). Kalau kita pakai makna penyuluhan itu penyelidikan, kira-kira begini definisi dari bimbingan penyuluhan, sebuah proses membantu seseorang agar dapat menyelidiki dan mencari tahu sebab-akbiat pada suatu hal yang terjadi pada diri seseorang tersebut. Kalau menurut saya pribadi, makna ini masih agak rancu alias gak jelas. Kalau sudah diselidiki penyebabnya terus mau diapain? Dibiarinin? DiPHP-in? atau kalaupun udah dapet kejelasannya apa yaudah dibiarinin gitu aja? Kan gak begitu. Tetep butuh proses bimbingannya juga dan bimbingan yang dimaksud itu adalah lebih ke membantu menyelesaikan apapun yang sedang dihadapi oleh seseorang.
2. Konseling
![]() |
| Sumber: https://kbbi.kemdikbud.go.id/ |
Nah sekarang bisa teman-teman lihat kan perbedaan definisi penyuluhan dan konseling? Seseorang yang membutuhkan konseling itu biasanya sedang mengalami kesulitan untuk berpikir rasional atau sesuai kenyataan yang ada. Kebingungan menghadapi berbagai macam masalah dan disertai dengan hantaman psikologis dari berbagai sisi, baik lingkungan keluarga, sekolah, kerja, maupun masyarakat. Selain itu juga dalam konseling juga menggunakan beberapa metode khusus dalam pendekatan dengan konseli (seseorang yang mendapatkan konseling), tidak seperti penyuluhan yang bersifat kaku dan hanya menggunakan satu metode saja. Hal tersebut justru menimbulkan perasaan yang tidak nyaman pada diri konseli. Oleh karena itu nama bimbingan penyuluan pun pada akhirnya berganti menjadi bimbingan dan konseling.
Lalu kenapa namanya bimbingan dan konseling? Kenapa ada tambahan kata dan?
Jika kedua kata tersebut digabungkan tanpa menggunakan kata "dan" lebih merujuk pada makna secara medis. Makanya di luar negeri terdapat jurusan yang sama namun berada dalam naungan Faculty of Medical and Healthy, School of Medical atau sejenisnya. Ada juga beberapa pada bidang Education atau pendidikan, namun secara umum di luar negeri sana memang berada pada lingkup medis atau psikologi. (nanti saya akan tuliskan sejarah bimbingan dan konseling di luar negeri dan di dalam negeri).
Di Indonesia sendiri, bimbingan dan konseling lebih merujuk pada pendidikan karena kalau kita melihat makna dari bimbingan dan konseling disitu terdapat makna pendidikan yaitu pemahaman. Pemahaman terhadap diri sendiri, lingkungan, dan masyarakat. Dari situlah akhirnya biimbingan dan konseling pun hadir di sekolah-sekolah (pada awal-awalnya). Memang pada akhirnya bimbingan dan konseling pada akhirnya mulai meluas tidak hanya di dalam sekolah saja, juga di luar sekolah. Namun kadang masih juga ada yang sulit membedakan antara bidang BK dan psikologi. Masih banyak yang mengganggapnya sama. Padahal jauh berbeda (walaupun tetap masih ada beberapa persamaan).
Perbedaan BK dan Psikologi terletak pada spesifikasi bidangnya. Kalau psikologi itu masih secara menyeluruh namun memiliki spesifikasi bidang yang lebih luas, seperti psikologi dalam industri, ekonomi, komunikasi, politik, dan masih banyak lagi. Sedangkan kalau BK itu merupakan cabang dari psikologi pendidikan yang mana psikologi pendidikan itu merupakan cabangnya dari psikologi. Jadi kalau digambarkan sebuah pohon, maka psikologi itu akar dan batangnya, nah kalau BK itu bagian ranting-rantingnya.
Sebutan untuk ahli BK dan psikologi pun beda. Kalau BK disebut konselor kalau psikologi disebut psikolog. Sebutan untuk orang yang mendapatkan bantuannya pun juga berbeda, kalau BK itu disebut konseli sedangkan psikologi itu klien.
Oh iya, kadang masih aja ada yang menyebut kami itu dengan sebutan Dok padahal kami bukan dokter. Memang ada juga satu profesi yang sebidang dengan BK dan psikologi, yaitu psikiater. Kalau psikiater itu memang latar pendidikannya adalah kedokteran yang mengambil pendidikan spesialisasi yaitu kedokteran kejiwaan atau kita sebut juga nama profesinya itu psikiater. Orang yang mendapatkan bantuannya pun namanya sama seperti profesi dokter lainnya, yaitu pasien.
BK Kerjanya Ngapain Aja Sih?
Kita bahas di lingkup sekolah dulu yaa. Karena lingkup ini yang paling sensitif dan biasanya BK itu selalu jadi bahan bully-an dibanding yang lainnya. Kalau di luar lingkup sekolah tidak sampai begini. Namun tetap memiliki beberapa rambu-rambu yang perlu dipatuhi karena khawatir melenceng malah ke bidang psikologi pendidikan atau psikologi secara utuh.
Kita bahas di lingkup sekolah dulu yaa. Karena lingkup ini yang paling sensitif dan biasanya BK itu selalu jadi bahan bully-an dibanding yang lainnya. Kalau di luar lingkup sekolah tidak sampai begini. Namun tetap memiliki beberapa rambu-rambu yang perlu dipatuhi karena khawatir melenceng malah ke bidang psikologi pendidikan atau psikologi secara utuh.
Banyak banget beberapa profesi guru lainnya yang menganggap kalau guru BK itu profesi guru yang paling santai, kerjaannya bisa sambil jalan-jalan, jajan di kantin, ga harus masuk kelas {kalaupun sebenarnya kurikulum terbaru mengharuskan BK itu memiliki jam pelajaran alias masuk ke kelas (acuannya ada pada UU 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 (lebih tegasnya pada ayat 1 - 10) atau bisa klik https://bit.ly/3eLfaE9}. Padahal sebenarnya pekerjaan guru BK itu seabrek buangeettt. Menjelang tahun ajaran baru tiba-tiba ditodong Program Tahunan dan Semesteran, padahal belum siap. Kenapa belum siap? Karena ketika akan memasuki tahun ajaran baru siswanya juga belum ada alias masih dalam tahap seleksi atau PPDB. Maka dari itu ada beberapa guru BK akhirnya menggunakan Program Tahunan yang dilaksanakan tahun kemarin. Jadi maksudnya begini, ketika siswanya baru masuk, biasanya suka ada tes seperti TPA, minat dan bakat, inventori belajar, dan masih banyak instrumen-instrumen BK lainnya. Instrumen-instrumen itu baru dikasihkan ketika siswanya sudah ada. Kalau pengalaman saya pribadi, untuk 3-4 kelas dengan satu jenis instrumen kadang membutuhkan waktu sekitar 1-2 minggu. Mungkin kalau dalam sebulan hanya bisa menggunakan 2-3 instrumen. Namun pada umumnya sekarang menggunakan satu instrumen saja yang sudah cukup menggambarkan kebutuhan belajar siswa dan seperti apa sistem pembelajarannya.
Oh iya ada hal yang perlu diketahui juga, kalau satu guru BK itu bertanggung jawab atas 150 siswa. Walaah 1 : 150. Yaa memang susah-susah gampang. Maka dari itu kalau satu angkatan dalam satu sekolah itu berjumlah siswa sekitar 600 siswa, yaa ga cocok lagi kalau sama satu guru BK. Belum ditambah dengan angkatan lainnya. Oh iya kalau menurut saya pribadi, baiknya guru BK itu terus mendampingi siswanya dari kelas 1-3 (SMP/SMA/SMK) dengan alasan guru BK pun dapat memantau setiap siswa tersebut secara utuh jika dibandingkan dengan jika siswa itu naik kelas yaa guru BKnya mulai kenalan lagi dari awal, intinya perlu penjajakan lagi, dan tentunya kenyamanan siswa yang perlu diutamakan.
Oh iya ada hal yang perlu diketahui juga, kalau satu guru BK itu bertanggung jawab atas 150 siswa. Walaah 1 : 150. Yaa memang susah-susah gampang. Maka dari itu kalau satu angkatan dalam satu sekolah itu berjumlah siswa sekitar 600 siswa, yaa ga cocok lagi kalau sama satu guru BK. Belum ditambah dengan angkatan lainnya. Oh iya kalau menurut saya pribadi, baiknya guru BK itu terus mendampingi siswanya dari kelas 1-3 (SMP/SMA/SMK) dengan alasan guru BK pun dapat memantau setiap siswa tersebut secara utuh jika dibandingkan dengan jika siswa itu naik kelas yaa guru BKnya mulai kenalan lagi dari awal, intinya perlu penjajakan lagi, dan tentunya kenyamanan siswa yang perlu diutamakan.
Apakah guru BK yang paling hebat di antara semua guru lainnya? Seperti guru matematika, Bahasa Inggris, IPA, IPS, dan sebagainya.
Kalau menurut saya yaa ga bisa dibilang kayak gitu juga. Kenapa? Karena pada dasarnya setiap guru itu hebat dan tidak ada yang paling hebat atau lebih hebat dari guru A B C D. Guru yang hebat itu adalah guru yang mampu membimbing, mendampingi, dan mendidik siswanya hingga sukses dan tentunya itu pun didukung dengan kerjasama dengan siswa, orang tua, maupun guru bidang studi lainnya serta guru BK sendiri.
Kalau BK masuk ke kelas, itu belajar apa saja?
Kalau BK masuk ke kelas, itu belajar apa saja?
Nah kalau ini saya hanya bisa menceritakan berdasarkan pengalaman saya ketika ngajar ya. Tapi kalau nyari sumber di tempat lain kira-kira jawabannya tidak akan jauh berbeda kok. Hehehe.
Pelajaran yang diberikan oleh guru BK ke siswanya tentu saja tentang belajar, kehidupan, pergaulan dengan teman, bersikap yang baik ke guru maupun orang tua, cara menjadi pribadi yang berakhlak, dan masih banyak lagi. Kadang topik-topik yang sedang hangat pun bisa juga di bahas. Seperti saat ini, kita mungkin masih bisa dengan bebas pergi ke sana kemari jika dibandingkan dengan negara lain yang sudah terkena wabah covid-19. Atau topik yang sedang hangat-hangatnya seperti geng motor, narkoba, motivasi belajar, mencari tahu suasana belajar yang menyenangkan, dan masih banyak lagi. Topik-topik tersebut bisa diangkat dalam kelompok tema khusus.
BK konseling? Itu ngapain aja?
Nah di sini titik yang paling krusial dan selalu menganggap bahwa BK itu tempat sampah, BK itu polisi sekolah, BK itu pengadilan sekolah, BK itu tempat siswa-siswa yang bermasalah, BK itu ah pokonya semua cap yang negatif ada di BK semua. Padahal BK itu untuk semua siswa baik yang bermasalah baik dalam konotasi negatif maupun konotasi positif. Namun sayangnya, masih banyak jika ada siswa yang bertengkar langsung diseret ke BK dan inilah yang pada akhirnya BK dilabeli pengadilan sekolah. Padahal stepnya itu adalah tangani dulu oleh wali kelas (jika memang berhubungan antar siswa di satu kelas maupun dengan beberapa kelas lainnya) baru dapat dialih tangankan ke BK, atau jika siswa itu bermasalah dalam satu pelajaran, tangani terlebih dahulu oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan, baru ke wali kelas dan paling terakhir ke BK. Kadang inilah tahapan-tahapan yang sering dilupakan dan memandang kalau BK itu dewa-nya sekolah alias orang yang dapat menyelesaikan segala permasalahan siswa di sekolah. Padahal untuk mencari tahu penyebab siswa berperilaku tersebut tidak dapat langsung bertanya, "kenapa kamu begini?" "kenapa kamu begitu?" dan pertanyaan yang langsung mengarah pada memaksa siswa untuk bercerita. Padahal tahapannya kita harus pendekatan terlebih dahulu yaa sama aja kalo orang yang pingin kenal sama seseorang, pasti melewati tahapan PDKT dulu. Setelah melihat kondisi kalau seseorang itu merasa nyaman dengan kita, baru deh bisa bertanya hal yang lainnya dan mungkin pertanyaan yang lebih mendalam.
Yaps. Kira-kira itulah yang bisa saya gambarkan secara umum tentang BK. Jika masih ada yang ingin ditanyakan lagi bisa tulis di kolom komentar ya. Atau jika masih ada beberapa hal yang masih membutuhkan penjelasan lebih detail lagi tentang apa (dalam lingkup topik hari ini ya) tulis di kolom komentar juga ya.
Terimakasih banyak sudah meluangkan waktunya untuk membaca.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sampai jumpa di tulisan saya berikutnya.
Referensi lainnya berasal dari penjelasan yang disampaikan oleh dosen saya ketika saya menempuh pendidikan S1 bimbingan dan konseling di Universitas Bengkulu dan S2 bimbingan dan konseling di Universitas Pendidikan Indonesia.
Yaps. Kira-kira itulah yang bisa saya gambarkan secara umum tentang BK. Jika masih ada yang ingin ditanyakan lagi bisa tulis di kolom komentar ya. Atau jika masih ada beberapa hal yang masih membutuhkan penjelasan lebih detail lagi tentang apa (dalam lingkup topik hari ini ya) tulis di kolom komentar juga ya.
Terimakasih banyak sudah meluangkan waktunya untuk membaca.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sampai jumpa di tulisan saya berikutnya.
Referensi lainnya berasal dari penjelasan yang disampaikan oleh dosen saya ketika saya menempuh pendidikan S1 bimbingan dan konseling di Universitas Bengkulu dan S2 bimbingan dan konseling di Universitas Pendidikan Indonesia.



Komentar
Posting Komentar